SATPOL PP ANTI HOAX!! SARING SEBELUM SHARING
Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya adalah munculnya informasi palsu, atau yang lebih dikenal dengan istilah “hoax”.
Hoax kini semakin menyebar luas di dunia maya, terutama melalui media sosial yang memudahkan penyebaran informasi. Hal ini dapat menyebabkan berbagai opini di masyarakat dan sering kali mengakibatkan kebingungan serta kehebohan. Dalam beberapa kasus, hoax bahkan bisa menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat.
Apa itu hoax?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “hoax” ditulis “hoaks” dan berarti informasi yang tidak benar. Kata ini adalah serapan dari bahasa asing dengan bentuk ejaan “hoaks” menggunakan “ks” di belakangnya. Dalam KBBI, hoaks bisa digunakan sebagai kata sifat atau kata benda. Sebagai contoh, kita bisa mengatakan “berita hoaks” atau hanya “hoaks” untuk berita yang tidak benar.
Hoax adalah informasi bohong yang dirancang agar terlihat seperti kenyataan. Biasanya, hoax dikemas dalam berbagai bentuk seperti: (1) narasi atau berita yang berlebihan; (2) foto atau gambar yang direkayasa dan tidak relevan; dan (3) video yang dimanipulasi untuk memperkuat informasi palsu.
Dari mana hoax berasal?
Hoax diyakini berawal dari kata ‘hocus’ dalam frasa ‘hocus pocus’, yang sering diucapkan oleh pesulap, mirip dengan istilah ‘sim salabim’. Salah satu hoax terkenal adalah kabar mengenai ancaman asteroid yang konon akan menghantam bumi dan menyebabkan kiamat, yang kemudian dibantah oleh NASA pada tahun 2015.
Mengapa hoax dibuat dan apa tujuannya?
Hoax sering dibuat untuk mencapai tujuan tertentu dan meraih keuntungan. Informasi palsu cenderung lebih cepat menyebar dan viral, yang mendatangkan trafik tinggi ke situs penyebar hoax dan menghasilkan pendapatan bagi pemilik situs. Hoax juga sering digunakan untuk menyebar fitnah, mencemarkan nama baik, menciptakan kepanikan, atau merusak reputasi individu atau kelompok tertentu.
Bagaimana Hoax menyebar?
Hoax dapat menyebar melalui media sosial, pesan teks, email, atau platform online lainnya.
Apa bahaya dan dampak hoax?
Hoax dapat menyebabkan keributan, keresahan, perselisihan, dan ujaran kebencian. Selama pandemi COVID-19, misalnya, beredar hoax bahwa alkohol dapat menyembuhkan COVID-19. Hoax bisa merusak kesehatan mental dengan menimbulkan kecemasan, kepanikan, dan gangguan emosional. Jika dibiarkan, hoax dapat membentuk pola pikir masyarakat yang mudah percaya pada informasi palsu tanpa verifikasi.
Bagaimana cara menghindari hoax?

Sosialisasi Satpol PP terkait gerakan anti hoax telah dilakukan secara online melalui media sosial maupun offline. Sosialisasi secara offline diselenggarakan melalui kegiatan Satpol PP Goes to School. Kegiatan ini adalah salah satu upaya pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya peserta didik SMA dan SMK sekaligus sebagai ajang untuk lebih “mendekatkan” Satpol PP dalam berinteraksi dengan peserta didik SMA dan SMK sehingga dapat menghilangkan “stigma buruk” terhadap Satpol PP. Salah satu pesan yang disampaikan pada kegiatan tersebut adalah menjaga diri dari penyebaran HOAX.

Cara melaporkan hoax terkait Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Tengah
Anda dapat melaporkan informasi hoax terkait Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dengan klik disini.