Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Tengah (Satpol PP Prov Jateng) terus berupaya menghadirkan wajah yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Di bulan suci Ramadhan 1443 H, korps berbaju hijau ini melaksanakan berbagai program yang melibatkan langsung masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian.
Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Budi Santoso, menyampaikan bahwa selama ini citra Satpol PP sering dianggap “galak” karena tugasnya terkait penegakan Perda, Perkada, dan perlindungan masyarakat. Padahal, menurutnya, Satpol PP adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Karena itu, pendekatan persuasif dan humanis selalu menjadi titik berat dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selama bulan Ramadhan 1443 H, program kerja yang dilaksanakan meliputi:
- Pembagian takjil kepada fakir miskin dan kaum dhuafa sebanyak 100 bungkus
- Sholat Dhuhur berjamaah dan tauziah
- Pembagian bingkisan lebaran kepada panti asuhan dan kaum dhuafa
Budi Santoso menegaskan, selain menjadi bentuk amal ibadah di bulan suci, kegiatan ini juga bertujuan untuk berbagi kebahagiaan. “Kami ingin berbagi, menyenangkan orang lain, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saat orang lain senang, kami juga senang,” ujarnya di sela kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah dan tauziah di Mushola Al-Fattah, Kantor Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Jl. Imam Bonjol No.154–160, Semarang.
Sumber pendanaan program ini berasal dari UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Satpol PP Prov Jateng.
Selain kegiatan sosial, pada arus mudik dan balik Lebaran 2022 yang telah diperbolehkan pemerintah, Satpol PP Prov Jateng juga terlibat aktif dalam pengamanan. Bersama Satpol PP Kabupaten/Kota, mereka melakukan penertiban pasar tumpah, membantu aparat kepolisian mengurai kemacetan di titik rawan, termasuk pintu keluar jalan tol.
Tugas lain yang dijalankan adalah operasi penegakan protokol kesehatan Covid-19 di rest area dan lokasi rawan kerumunan. Operasi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Satpol PP Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Tengah.